Pihak yang menyiarkan siaran langsung secara ilegal akan dikenakan hukuman

Penasaran Kenapa Susah Nonton Liga Italia di TV Kabel?

Bagi anda yang hidup di era 90-an tentu mengerti bagaimana merasakan perkembangan teknologi televisi untuk menonton bola yang sangat signifikan. Dari mulai menggunakan televisi model tabung, lalu mulai menggunakan teknologi layar datar. Bahkan juga dari sektor sinyal, dari mulai menggunakan antena terestial hingga kini mengggunakan decoder layanan tv kabel berbayar.

Alasan mengapa menonton bola di TV Kabel sulit

Alasan mengapa menonton bola di TV Kabel sulit

Tentu semua memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dan yang jadi inti permasalahan yang tidak kunjung usai ini adalah “Mengapa siaran langsung bola di tv kabel selalu diacak/dialihkan?”. Bingung? Tentu saja pada awalnya kita semua sempat bingung, mengapa kok bisa begini? Namun akhirnya semakin kesini kita bisa mengetahui apa yang menjadi penyebab TV Kabel mengacak siaran bola tersebut.

Sistem peaynangan semacam ini tentu mendapatkan banyak protes dari para penikmat sepakbola yang berlangganan TV Kabel. Ketinggalan pertandingan sepakbola klub kesayangan memang merupakan hal yang cukup merugikan bagi para fans garis keras di Indonesia. Karena memang di Indonesia banyak sekali fanbase maupun komunitas-komunitas klub sepakbola eropa khususnya Liga Italia.

Mengapa Siaran Bola TV Kabel Diacak?

Mungkin dari kita ada yang beranggapan bahwa beberapa para penyedia layanan TV Kabel tertentu sengaja mengacak-ngacak frekuensi siaran dari stasiun televisi yang sedang menyiarkan siaran langsung pertandingan sepakbola. Tujuannya tentu saja agar mendongkrak penjualan parabola beserta reciever mereka. Well guys, sebenarnya anggapan seperti ini benar-benar keliru.

Menonton Liga Italia kini tidkk semudah di era 90-an dulu

Menonton Liga Italia kini tidkk semudah di era 90-an dulu

Bagi kalian yang belum mengetahuinya, setiap liga eropa menjual hak siarnya kepada stasiun-stasiun TV. Dan yang menjadi langganan tentu saja, siapa lagi kalau bukan ESPN atau Fox Sport. Lalu kedua stasiun tv tersebut akan menjual kembali hak siar tersebut kepada stasiun-stasiun TV dari berbagai negara lainnya. Penjualan hak siar ini biasanya dilakukan secar bidding /lelang.

Dan bagi stasiun televisi yang memenangkan bidding tentu memiliki beberapa persyaratan yang haru dipenuhi. Salah satunya adalah larangan untuk menyiarkan tayangan pertandingan tersebut di luar wilayah stasiun tv tersebut berasal. Misalnya, MNC Group mendapatkan hak siar untuk Liga Italia, maka tayangan tersebut hanya boleh disaksikan di wilayah Indonesia saja.

Lalu Kenapa Tayangan Sepakbola Harus Diacak?

Negara kita kebetulan ‘berdempetan’ dengan beberapa negara tetangga. Lihat saja di daerah-daerah perbatasan seperti Nunukan, masyarakat di sana bisa menikmati siaran dari Indonesia dan Malaysia. Dan juga masyarakat Timor Leste yang bisa menyaksikan siaran TV Indonesia.

Pihak yang menyiarkan siaran langsung secara ilegal akan dikenakan hukuman

Pihak yang menyiarkan siaran langsung secara ilegal akan dikenakan hukuman

Karna stasiun-stasiun TV dalam negri belum semuanya mendirikan pemancar di daerah-daerah pelosok itu. Maka mereka harus menggunakan satelit untuk menjangkau daerah tersebut. Dan untuk bisa menikmati siaran stasiun TV ini, masyarakat kita di sana harus menggunakan parabola dan reciever tertentu yang bisa menerima siaran TV ini dari satelit nun jauh di atas sana.

Nah, di sinilah masalah acak mengacak ini timbul. Untuk mencegah penduduk negara lain menyaksikan siaran dari stasiun negara kita, maka frekuensi siaran yang dikirim dari satelit ke parabola akan diacak. Lalu diuraikan kembali oleh reciever agar bisa ditonton. Begitulah kira-kira bagaimana sistem kerja pemancara TV ini bekerja.

Jadi, sebenarya mengacak siaran itu bukanlah kemauan provider tv kabel demi meninggkatkan keuntungan semata, melainkan untuk bermain aman menghindari hukuman . Karena jika stasiun tv pemegang hak siar melanggar, maka akan dikenakan denda yang lumayan besar, atau bahkan tidak boleh ikut bidding hak siar untuk tahun-tahun berikut.