MNC Group membeli hak siar Liga Inggris pada 2010

Nonton Liga Inggris dengan Nyaman Lewat TV Kabel

Menonton pertandingan sepakbola kini tidak semudah di era 90-an. Kini mayoritas masyarakat sudah menggunakan tv kabel sehingga cukup sulit untuk menonton siaran langsung karena permasalahan hak siar. Bagi pelanggan tv kabel dengan budget lebih mungkin bisa berlangganan paket sports di provider tv masing-masing, namun ini menjadi kendala bagi pelanggan low budget.

Menonton pertandingan bola di TV kabel sangat sulit

Menonton pertandingan bola di TV kabel sangat sulit

Mau tidak mau para pelanggan tv kabel dengan budget terbatas menggunakan antena konvensional untuk menonton siaran langsung pertandingan sepakbola. Bahkan meskipun sudah bisa mendapatkan siarannya, kualitas gambar yang disajikan dibawah rata-rata. Entah mungkin karena kekuatan sinyal, atau mungkin karena telah terbiasa menonton tv kabel saja.

Seperti salah satunya tayangan Liga Premier Inggris yang hak siarnya selalu menjadi rebutan sejumlah saluran televisi swasta di Indonesia. Kini menonton bola tidak lagi semudah jaman dahulu. Dimana dua stasiun televisi swasta terbesar di Indonesia saat itu (RCTI dan SCTV) selalu diramaikan dengan pertandingan seru dari Liga Italia maupun Liga Inggris tiap akhir pekan.

Perjalanan Liga Inggris di Televisi Indonesia

Sejarah siaran langsung Liga Inggris dimulai pada tahun 1990 ketika RCTI mulai menayangkan pertandingan pada Sabtu malam. Liga Inggris pada masa itu masih bernama English Premiership, belum ada embel-embel sponsor di depannya seperti sekarang ini. RCTI terakhir siaran live liga Inggris pada musim 1992/1993 sebelum diambil alih SCTV dan ANTV.

Perjalanan siaran langsung Liga Inggris di pertelevisian Indonesia

Perjalanan siaran langsung Liga Inggris di pertelevisian Indonesia

SCTV mendapatkan jatah siaran Sabtu malam sedangkan ANTV menyiarkan pertandingan minggu malam. Sejak saat itu SCTV mulai melekat sebagai televisi liga inggris dan memegang hak siar selama 7 musim berturut-turut sebelum pada musim 2001/2002 di ambil alih TPI selama satu musim saja.

Setelah sekian lama pemirsa televisi dapat secara bebas menonton Liga Inggris, musim 2007/2008 kesempatan penikmat liga Inggris mulai terbatas ketika televisi berbayar asal Malaysia ASTRO secara eksklusif membeli hak siar selama 3 tahun. Praktis pertandingan big match yang menghadirkan tim-tim besar seperti MU, Liverpool, Arsenal dan Chelsea tidak bisa dinikmati secara gratis lagi.

Problem Selesai Saat MNC Beli Hak Siar Liga Inggris

Karena kecaman bertubi-tubi dari masyarakat Indonesia khususnya penggemar bola, akhirnya Astro mau berbagi dengan dengan Lativi, namun sayangnya Lativi hanya mendapatkan jatah live pertandingan tim-tim kecil. Monopoli berakhir ketika MNC Group memperoleh hak siar mulai musim 2010/2011. Selain disiarkan lewat TV kabel Indovision juga bisa disaksikan lewat TV tersestial Global TV dan MNCTV secara rutin.

MNC Group membeli hak siar Liga Inggris pada 2010

MNC Group membeli hak siar Liga Inggris pada 2010

Dengan ini, masalah bagi pelanggan TV kabel pun akhirnya sedikit teratasi. Namun ternyata ada lagi resiko yang mengintai ketika kita menggunakan tv kabel. Ada sebuah kasus tentang sebuah penyedia layanan tv kabel yang justru beresiko merusak unit TV anda. Ini adalah sebuah pengalaman seorang pelanggan tv kabel tersebut yang diposting dan dibagikan di dunia maya dan sempat viral.

Dalam isi postingan tersebut intinya sang pelapor melayangkan kritik kepada sebuah perusahaan tv kabel. Ini disebabkan lantaran Smart TV yang baru dibelinya menjadi rusak akibat konsleting listrik dari sambaran petir yang merambat melalui perangkat decodernya tersebut. Hal ini pun tentu saja tamparan keras bagi para perusahaan penyedia layanan tv kabel.

Sebaiknya hal semacam ini dijadikan pelajaran untuk lebih berhati-hati lagi sebagai konsumen. Mungkin benar kemungkinan besar perangkat Smart TV orang tersebut rusak akibat dari decoder. Tapi bisa saja kan jika memang kualitas unit televisi tersebut yang kurang baik, semua mungkin saja terjadi.