Keluarga menjadi alasan Djajang Nurjaman

Menonton Berita Pengunduran Diri Djanur

Hari minggu 4 Juni 2017, saya telah siap dengan kopi dan singkong rebus menemani di depan layar TV Samsung F800 milik saya. Ini merupakan laga penentuan yang akan menentukan nasib seorang Djajang Nurjama, pelatih Maung Bandung yang terkenal sukses menangani sejumlah klub Liga Indonesia. Kini nasib Djanur berada diujung tanduk seiring dengan memburuknya performa Essien dan kawan-kawan.

Persib vs Bhayangkara jadi laga terakhir Djajang Nurjaman

Persib vs Bhayangkara jadi laga terakhir Djajang Nurjaman

Manajemen Persib memberikan gebrakan dalam kompetisi Liga 1 Gojek Traveloka musim ini. Mendatangkan seorang marquee player terkenal pada jamannya, Michael Essien tentu merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Tim Maung Bandung. Namun kedatangan Essien diharapkan mampu menaikan popularitas Liga Indonesia di mata dunia tersebut sepertinya tidak berjalan mulus.

Sebenarnya hasil Persib musim ini tidaklah seburuk yang dipikirkan. Jumlah kemenangan mereka masih lebih banyak dibanding kekalahan yang mereka alami (Menang 3, Kalah 2 Seri 3). Namun kemenangan terakhir yang mereka berhasil raih adalah 4 pekan lalu atau tepatnya sebulan. Menjalani tiga laga dalam tiga pekan terakhir mereka tanpa kemenangan tentu merupakan hal yang cukup berat bagi Persib.

Djajang Sudah Pamit ke Para Pemain

Susana sangat tegang di sekitar ruang ganti Stadion Candrabhaga, Bekasi kemarin. Sejumlah pelain terlihat shock termasuk sang marquee player, Essien. Gelandang asal Ghana tersebut sempat mengutarakan kesedihannya lantaran Djanur mengambil keputusan untuk mundur, saking emosionalnya sampai harus ditenangkan oleh Carlton Cole.

Para pemain Persib yang menangis usai pengumuman pengunduran diri Djajang Nurjaman

Para pemain Persib yang menangis usai pengumuman pengunduran diri Djajang Nurjaman

Mantan pemain Chelsea itu menyebut Djanur sosok pelatih yang baik. Sebelumnya, pemain asal Inggris itu lebih dulu terlihat menenangkan Achmad Jufriyanto. Bek Persib itu juga terlihat terpukul dengan kepergian Djanur. Kesedihan para pemain dianggap Media Officer Persib Bandung Irfan Suryadiredja bukan hal yang aneh.

“Saya rasa wajar jika Essien sedih dengan kabar Djanur mundur. Setau saya Djanur itu tidak ada sekat ke pemain, dia bahkan hampir selalu ikut terlibat langsung kalau ada internal game,” ungkap Irfan.

Kepergian pelatih yang akrab disapa Djanur ini memang memberikan tanda tanya besar bagi para punggawa Persib. Sebab kompetisi saja baru menggelar 7 fixture dan Maung Bandung pun tidak memiliki rekor yang terlalu buruk dengan 3 Menang, 2 Kalah dan 3 Imbang. Akan tetapi ternyata Djajang punya pertimbangan lain mengenai keputusan mundurnya dari Persib.

Keluarga Menjadi Alasan Djanur Mundur dari Persib

Irfan menyebutkan bahwa Djajang Nurjaman merupakan sosok yang amat dekat dengan pemain. Sehingga tidak heran jika para pemain merasa sangat kehilangan. Bahkan sosok seperti Essien yang notabene pemain kelas dunia pun juga merasa sangat terpukul atas kepergian Djanur.

Keluarga menjadi alasan Djajang Nurjaman

Keluarga menjadi alasan Djajang Nurjaman

“Djanur ini dekat dengan pemain, apalagi setelah berhasil meraih juara 2014 kemarin. Rata-rata pemain, kan, sudah tiga sampai empat tahun selalu bersama pelatih. Jadi, bukan cuma Essien saja yang sedih, pemain lain pasti juga sedih. Hariono, Atep, dan semua yang sudah lama sama Djanur pasti sedih,” tambahnya.

Salah satu alasan yang membuat Djajang ingin mundur dari kursi pelatih yakni karena pertimbangan keluarga. Djanur mempertimbangkan kesehatan mental keluarga khususnya anak-anaknya. Sebab kini banyak sekali cacian dan makian di media sosial menyusul desakan mundur pelatih yang telah menangani Persib sejak 2012 lalu tersebut.

Namun demikian Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar meminta suami dari Juariah tersebut untuk kembali memikirkan keputusannya tersebut. Ini dikarenakan kehilangan sosok seperti Djanur merupakan hal yang berat dan bukan hal mudah untuk mencari sosok pelatih yang dapat menangani Persib seperti dirinya tersebut.

“Saya bilang ke Djajang untuk pikir dulu keputusan itu. Walaupun dia sudah menyatakan mundur tapi belum ada keputusan resmi dari manajemen,” katanya.