Daftar televisi terbesar dan termahal di dunia

Sensasi Menonton Bola dengan Layar Besar

Menonton siaran langsung pertandingan sepakbola di televisi merupakan kegiatan rutin saa sejak akhir tahun 90-an. Saat itu saya yang masih berusia sekolah dasar mulai dikenalkan dengan hal bernama sepakbola oleh bapak saya. Gabriel Omar Batistuta dan AS Roma merupakan pemain dan klub sepakbola pertama yang saya ketahui.

Siaran Bola tahun 90-an dimana Liga Italia sedang dalam masa kejayaannya

Siaran Bola tahun 90-an dimana Liga Italia sedang dalam masa kejayaannya

Begitu banyak hal tentang sepakbola yang saya dapat lewat televisi waktu itu. Pada jaman dahulu media informasi memang masih sangat terbatas, saya pun hanya bisa mendapat informasi soal sepakbola lewat tv dan koran saja. Tidak seperti sekaran yang sudah begitu mudah dengan adanya teknologi komputer dan internet.

Duduk di depan televisi merupakan kegiatan saya lakukan bersama bapak saya saat memasuki akhir pekan. Saya masih ingat waktu itu televisi kami masih merupakan televisi tabung merek Polytron yang berukuran 17 inch. Saya tidak pernah memiliki klub favorit, karena bapak selalu mengajarkan untuk tidak terlalu fanatik pada sesuatu.

Namun kini ritual akhir pekan bersama bapak seperti yang biasa kami lakukan 20 tahun lalu tak pernah lagi kami lakukan. Selain sudah tinggal terpisah, menonton siaran pertandingan sepakbola tidak lagi semudah dulu. Menggunakan tv kabel frekuensi diacak, sedangkan antena terestial kualitas gambarnya sangat berantakan.

Perbedaan Sensasi Nonton Bola Dulu vs Sekarang

Masalah hak siar membuat siaran Liga Inggris sulit ditemukan di tv kabel

Masalah hak siar membuat siaran Liga Inggris sulit ditemukan di tv kabel

Selain peningkatan mutu dan kualitas penyiaran pertandingan siaran langsung yang dilakukan oleh stasiun televisi, ternyata ada satu lagi hal yang membedakan dalam menonton bola ketika dulu dibandingkan sekarang. Adalah unit televisi itu sendiri yang membuakt perbedaan cukup ssignifikan ketika menyaksikan pertandingan sepakbola.

Seperti yang kita ketahui, televisi juga mengalami perkembangan dari jaman ke jaman. Dari mulai pada awalnya yang berukuran besar dengan bentuk tabung, kualitas gambar hitam putih, tanpa suara hingga kini menjadi sangat tipis, datar serta kualitas suara dan gambar yang menakjubkan.

Jika saja permasalahan hak siar pada siaran tv kabel tidak serumit ini, bayangkan bagaimana rasanya sensasi menonton sepakbol dengan televisi canggih jaman sekarag. Ditambah dengan kualitas siaran dari tv kabel yang sangat jernih sehingga mendongkrak performa maksimal dari televisi itu sendiri.

Bagaimana Rasanya Nonton Bola Pakai TV Ini?

Daftar televisi terbesar dan termahal di dunia

Daftar televisi terbesar dan termahal di dunia

Teknologi yang ada pada televisi jaman sekarang mmembuat kita menjadi penasaran bagaimana rasanya sensasi menonton pertandingan sepakbola dari layar televisi canggih keluaran jaman sekarang ini. Apakah sensasinya akan berbeda, apa justru sama saja dengan televisi pada umumnya.

Berikut adalah Daftar Televisi dengan Harga Termahal di Dunia hingga saat ini:

 

  • Panasonic 152-Inch Plasma TV (Rp 6,9 miliar)
    Panasonic 152-Inch Plasma TV merupakan sebuah televisi dengan fitur yang sangat canggih. Lewat fitur 3D dan Ultra High Definition yang dimilikinya, Anda mampu untuk menonton acara favorit Anda dengan kualitas gambar 4 kali lebih baik dari TV High Definition lainnya.
  • C Seed 201 (Rp 9,4 miliar)
    Dengan layar selebar 201 inch, TV ini didesain untuk diletakkan di luar ruangan karena memiliki fitur canggih yang dapat menahan cahaya matahari. Selain itu televisi ini juga dilengkapi dengan 12 speaker broadband, serta kualitas warna mencapai 281 triliun radian.
  • Stuart Hughes Prestige HD Supreme Edition (Rp 20,8 miliar)
    Tidak hanya dilengkapi dengan fitur super canggih, TV 55 inch ini juga dihiasi dengan emas 19 kg dan 48 berlian sebagai bingkainya. Selain itu, beberapa batu mulia juga dipakai sebagai penghias bingkai televisi mewah ini.
  • The Titan Zeus (Rp 22,2 miliar)
    Dengan layar selebar 370 inch, The Titan Zeus sukses mendapat predikat sebagai TV terbesar di dunia.
  • Stuart Hughes Prestige HD Supreme Rose Edition (Rp 31,2 miliar)
    Menggunakan 28 kilogram emas solid 18 karat dipakai untuk membuat bingkai TV mewah ini. Selain itu TV ini juga bertahtakann 72 berlian 1 karat yang melapisi hampir seluruh permukaan bingkai.
MNC Group membeli hak siar Liga Inggris pada 2010

Nonton Liga Inggris dengan Nyaman Lewat TV Kabel

Menonton pertandingan sepakbola kini tidak semudah di era 90-an. Kini mayoritas masyarakat sudah menggunakan tv kabel sehingga cukup sulit untuk menonton siaran langsung karena permasalahan hak siar. Bagi pelanggan tv kabel dengan budget lebih mungkin bisa berlangganan paket sports di provider tv masing-masing, namun ini menjadi kendala bagi pelanggan low budget.

Menonton pertandingan bola di TV kabel sangat sulit

Menonton pertandingan bola di TV kabel sangat sulit

Mau tidak mau para pelanggan tv kabel dengan budget terbatas menggunakan antena konvensional untuk menonton siaran langsung pertandingan sepakbola. Bahkan meskipun sudah bisa mendapatkan siarannya, kualitas gambar yang disajikan dibawah rata-rata. Entah mungkin karena kekuatan sinyal, atau mungkin karena telah terbiasa menonton tv kabel saja.

Seperti salah satunya tayangan Liga Premier Inggris yang hak siarnya selalu menjadi rebutan sejumlah saluran televisi swasta di Indonesia. Kini menonton bola tidak lagi semudah jaman dahulu. Dimana dua stasiun televisi swasta terbesar di Indonesia saat itu (RCTI dan SCTV) selalu diramaikan dengan pertandingan seru dari Liga Italia maupun Liga Inggris tiap akhir pekan.

Perjalanan Liga Inggris di Televisi Indonesia

Sejarah siaran langsung Liga Inggris dimulai pada tahun 1990 ketika RCTI mulai menayangkan pertandingan pada Sabtu malam. Liga Inggris pada masa itu masih bernama English Premiership, belum ada embel-embel sponsor di depannya seperti sekarang ini. RCTI terakhir siaran live liga Inggris pada musim 1992/1993 sebelum diambil alih SCTV dan ANTV.

Perjalanan siaran langsung Liga Inggris di pertelevisian Indonesia

Perjalanan siaran langsung Liga Inggris di pertelevisian Indonesia

SCTV mendapatkan jatah siaran Sabtu malam sedangkan ANTV menyiarkan pertandingan minggu malam. Sejak saat itu SCTV mulai melekat sebagai televisi liga inggris dan memegang hak siar selama 7 musim berturut-turut sebelum pada musim 2001/2002 di ambil alih TPI selama satu musim saja.

Setelah sekian lama pemirsa televisi dapat secara bebas menonton Liga Inggris, musim 2007/2008 kesempatan penikmat liga Inggris mulai terbatas ketika televisi berbayar asal Malaysia ASTRO secara eksklusif membeli hak siar selama 3 tahun. Praktis pertandingan big match yang menghadirkan tim-tim besar seperti MU, Liverpool, Arsenal dan Chelsea tidak bisa dinikmati secara gratis lagi.

Problem Selesai Saat MNC Beli Hak Siar Liga Inggris

Karena kecaman bertubi-tubi dari masyarakat Indonesia khususnya penggemar bola, akhirnya Astro mau berbagi dengan dengan Lativi, namun sayangnya Lativi hanya mendapatkan jatah live pertandingan tim-tim kecil. Monopoli berakhir ketika MNC Group memperoleh hak siar mulai musim 2010/2011. Selain disiarkan lewat TV kabel Indovision juga bisa disaksikan lewat TV tersestial Global TV dan MNCTV secara rutin.

MNC Group membeli hak siar Liga Inggris pada 2010

MNC Group membeli hak siar Liga Inggris pada 2010

Dengan ini, masalah bagi pelanggan TV kabel pun akhirnya sedikit teratasi. Namun ternyata ada lagi resiko yang mengintai ketika kita menggunakan tv kabel. Ada sebuah kasus tentang sebuah penyedia layanan tv kabel yang justru beresiko merusak unit TV anda. Ini adalah sebuah pengalaman seorang pelanggan tv kabel tersebut yang diposting dan dibagikan di dunia maya dan sempat viral.

Dalam isi postingan tersebut intinya sang pelapor melayangkan kritik kepada sebuah perusahaan tv kabel. Ini disebabkan lantaran Smart TV yang baru dibelinya menjadi rusak akibat konsleting listrik dari sambaran petir yang merambat melalui perangkat decodernya tersebut. Hal ini pun tentu saja tamparan keras bagi para perusahaan penyedia layanan tv kabel.

Sebaiknya hal semacam ini dijadikan pelajaran untuk lebih berhati-hati lagi sebagai konsumen. Mungkin benar kemungkinan besar perangkat Smart TV orang tersebut rusak akibat dari decoder. Tapi bisa saja kan jika memang kualitas unit televisi tersebut yang kurang baik, semua mungkin saja terjadi.